Cari Blog Ini

Iklan

Sabtu, 14 Januari 2012

Musim Panas yang Lebih Panas Picu Musim Dingin Ekstrem

Para peneliti dari firma riset Atmospheric and Environmental Research di AS menemukan sebuah pola yang menunjukkan bahwa musim panas yang lebih panas dari biasanya di Belahan Bumi Utara ternyata mengganggu pola cuaca dan memicu musim dingin ekstrem yang terjadi di kawasan AS dan Eropa.
Jucah Cohen, ketua tim riset yang mempublikasikan temuan mereka di jurnal ilmiah Environmental Research Letters, Jumat (13/1/2012), mengatakan ada kecenderungan pemanasan suhu udara di kawasan Artik dekat Kutub Utara pada periode Juli sampai September.
Prakiraan selama ini menyebutkan, tren pemanasan suhu udara itu juga akan terjadi pada musim dingin. Namun, Cohen dan timnya menemukan prakiraan itu tidak selalu tepat untuk seluruh kawasan, yang menunjukkan bahwa sistem iklim Bumi sangatlah kompleks.
"Selama dua dekade terakhir, kecenderungan pendinginan skala besar justru terjadi di kawasan luas di sekitar Amerika Utara sebelah timur dan Eurasia sebelah utara. Kami menduga tren yang tidak terprakirakan sebelumnya ini kemungkinan tidak bergantung pada variabilitas internal saja," ujar ilmuwan tersebut.
Dengan melihat data suhu udara, curah hujan, salju, dan es, tim tersebut menemukan bahwa pemanasan suhu udara pada musim panas di kawasan Artik menyebabkan atmosfer menyimpan kandungan uap air yang lebih besar, yang akan memicu peningkatan curah hujan salju pada musim gugur di daerah-daerah yang terletak di koordinat lintang tinggi (di atas 60 derajat Lintang Utara).
Analisis data tersebut juga menunjukkan, sebaran salju rata-rata di kawasan Eurasia telah meningkat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Penambahan salju ini pada gilirannya memicu perubahan Osilasi Artik, yakni pola tekanan atmosfer utama yang menentukan pola cuaca musim dingin di Belahan Bumi Utara.
Saat osilasi ini berada di fasa negatif, sel-sel cuaca bertekanan tinggi di kawasan Artik akan mendorong udara dingin ke kawasan di koordinat lintang menengah (antara 23 derajat Lintang Utara sampai 66 derajat Lintang Utara), memicu suhu yang lebih rendah dari biasanya dan badai salju dahsyat.
Penelitian yang dilakukan Cohen dan kawan-kawan ini adalah satu dari berbagai studi terbaru yang mengungkapkan kompleksitas sistem iklim dunia dan bahwa para ilmuwan pun masih mempelajari seberapa besar pengaruh manusia dan faktor-faktor alami terhadap pola iklim jangka panjang

(sumber ; kompas)

Begini Selubung Waktu Menyembunyikan Sesuatu

Pernahkah Anda melakukan kesalahan atau hal-hal memalukan di masa lalu? Dengan selubung waktu, Anda mungkin dapat menyembunyikannya sehingga seolah tak pernah terjadi.
Hal semacam itu kelihatannya mustahil terjadi. Namun, para ilmuwan optimistis bahwa hal itu bisa diwujudkan meskipun tidak dalam waktu dekat. Moti Fridman dan timnya dari Universitas Cornell di Amerika Serikat, misalnya, telah menciptakan lubang alias selubung waktu lewat manipulasi sinar laser.

Dalam artikel "Lubang Waktu Bisa Diciptakan," Fridman menguraikan bagaimana selubung waktu bisa menyembunyikan sebuah peristiwa yang sangat singkat. Memang agak susah membayangkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Video di bawah ini akan memberi gambaran bagaimana selubung waktu yang diciptakan Fridman bekerja.
Dalam video yang dipublikasikan oleh New Scientist, Kamis (12/1/2012), itu terdapat sinar warna merah yang merupakan sinar laser serta sinar warna hijau yang merupakan sinar yang berasal dari suatu benda. Kunci menciptakan selubung waktu di sini adalah memotong sinar yang berasal dari benda sehingga tidak sampai ke mata orang yang melihatnya.

Awalnya, laser yang berwarna merah memotong sinar hijau. Tampak bahwa sinar hijau berubah warna pelangi dan terputus. Celah antara dua sinar hijau yang terputus inilah yang disebut selubung waktu.

Video ini juga mendemonstraikan bahwa ketika bola melewati celah tersebut, bola itu menghilang. Ini artinya, bola itu tetap menggelinding, tapi tidak terlihat oleh mata manusia.

Selubung waktu yang diciptakan Fridman memang masih sangat singkat, cuma mampu menyembunyikan objek selama 15 picodetik alias 15 per satu triliun detik. Jadi, masih perlu kerja keras untuk menciptakan selubung waktu dengan durasi lebih lama. Selubung waktu ini bisa sangat bermanfaat dalam teknologi transfer data. Penyisipan data bisa dilakukan tanpa gangguan. Asal tak disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat jahat, alangkah menariknya jika hal itu bisa diwujudkan, bukan?
(sumber ; kompas)

Jumat, 13 Januari 2012

Inilah Wajah-wajah Nenek Moyang Manusia

Alkisah, spesies manusia pertama kali muncul di Afrika dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru Bumi. Dalam penyebarannya, proses evolusi berlangsung menyesuaikan dengan tempat tinggal serta gaya hidup.
Ada beragam fosil nenek moyang manusia alias manusia purba yang ditemukan. Namun, banyak penemuan tak disertai dengan gambaran wajah manusia purba yang sebenarnya. Alhasil, manusia saat ini pun kesulitan membayangkan leluhurnya.
Sebuah pameran di Dresden, Jerman, akhir-akhir ini berupaya menyajikan wajah manusia purba yang lebih realistis. Ilmuwan yang ikut terlibat menggunakan teknik digitalisasi komputer untuk menggambarkan 27 wajah manusia purba yang direkonstruksi berdasarkan fosil yang ditemukan.
Salah satu yang digambarkan adalah Sahelanthropus tchadensis. Spesies itu adalah spesies manusia paling purba, hidup 7 juta tahun lalu, sebelum manusia dan simpanse terpisah secara genetik berdasarkan teori evolusi.
Spesies lain adalah Homo rudolfensis yang hidup 2 juta tahun lalu. Berdasarkan hasil rekonstruksi, spesies ini memiliki rahang lebar, hidung pesek, mata relatif sempit, serta dahi kecil.
Tak ketinggalan pula Homo erectus yang hidup 1 juta tahun lalu. Satu teori menyebutkan bahwa spesies ini berasal dari Afrika, lalu bermigrasi ke India, China, dan Jawa. Teori lain menyebutkan bahwa spesies ini berasal dari Asia dan pindah ke Afrika.
Ada pula Homo neanderthalensis yang diperkirakan merupakan kerabat terdekat Homo sapiens, manusia modern. Jenis ini hidup sekitar 60.000 tahun lalu. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa manusia modern pernah kawin dengan spesies ini.
Ada banyak versi tentang asal-usul manusia. Teori "Out of Africa" adalah yang paling kuat, tetapi banyak pula tandingannya. Pameran ini berupaya memperkenalkan lokasi penggalian di Afrika dan hasil penelitian para arkeolog dengan cara yang lebih menarik.

Ada 160 Miliar Planet di Bimasakti

Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Studi terbaru menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang. Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang adalah 100 miliar.

"Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa, tak istimewa. Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet ekstrasurya," kata Arnaud Cassan dari Paris Institute of Astrophysics.

Tercatat sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang terkonfirmasi. Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian.

Planet-planet itu ditemukan dengan dua metode, transit fotometri dan radial velocity. Metode pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat "goyangan" bintang sebagai hasil gravitasi planet.

Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya.

Peneliti mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit fotometri danradial velocityGravitational velocity bisa mendeteksi adanya planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang bias pada planet yang dekat bintang.

Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.

"Lebih lanjut, kami menemukan bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah)," kata Cassan seperti dikutip Space, Rabu (11/1/2012).

Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin masih ada banyak planet lagi.

Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan dilakukan dengan teknik microlensing menunjukkan adanya planet seukuran Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah planet ini diperkirakan melebihi planet "normal" hingga 50 persen.

"Kedua hasil penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja, tidak selalu mengorbit bintang," jelas Cassan.

Sementara itu, "anomali" lain adalah ditemukannya planet yang berada pada sistem bintang ganda. Ini dulu hanya bisa dibayangkan dalam film fiksi ilmiah Star Wars.

William Welsh, astronom dari San Diego State University, seperti dikutip AP, Rabu, mengungkapkan, "Alam sepertinya suka membentuk planet sebab planet itu ditemukan di tempat yang diperkirakan sulit mendukung pembentukan planet."

Katak "Ting-ting" Vertebrata Paling Mungil :)

Christopher Austin dari Museum of Natural Science di Lousiana State University dan mahasiswanya, Eric Rittmeyer, menemukan katak kecil yang sekaligus dinobatkan sebagai vertebrata (hewan bertulang belakang) paling mungil. Katak itu kemudian disebutPaedophryne dekot—dekot berarti "amat kecil" dalam bahasa setempat, Daga.

Katak itu sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 2009 di hutan Papua Niugini, tetapi peneliti baru memublikasikannya tahun ini. Ukuran katak itu hanya 7,7 mm, mengalahkan vertebrata terkecil sebelumnya, ikan Paedocypris progenetica dari Indonesia.

Austin mendeteksi adanya satwa ini saat mendengarkan nyanyian unik di malam hari berbunyi "ting-ting". Saat dicari, ternyata nyanyian unik itu berasal dari katak yang ditemukan. Pengambilan katak cukup sulit. Austin harus mencoba lima kali sampai akhirnya berhasil.

Austin, dikutip Livescience, Rabu (11/1/2012), menuturkan, "Kami belum mengetahui apa yang mereka makan, kami juga hanya tahu sedikit tentang ekologinya. Mereka mungkin memakan invertebrata sangat kecil di daun kering, seperti tungau."

Genus Paedophryne memang dikenal sebagai genus katak dengan anggota katak-katak mungil. Katak lain dalam genus ini adalah Paedophryne swiftorum yang ditemukan tahun lalu. Penemuannya juga dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, Rabu kemarin.

Menurut Austin, katak mungil sebenarnya hal yang umum, menunjukkan bagaimana evolusi bekerja. "Ini bukan keanehan. Ini sebenarnya fenomena yang cukup umum yang kita jumpai pada golongan katak."

Katak-katak mini biasanya berukuran tak lebih dari 13 mm. Mereka mendiami habitat lembab dan tersembunyi di dasar hutan. Habitat itu memberi kelembaban yang dibutuhkan oleh umumnya jenis katak.

Partikel Ini Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya

 Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.
Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.
Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.
Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika. 

Badai Besar di Saturnus Selama 200 Hari

 Badai besar yang terjadi di Planet Saturnus mencatat rekor baru karena berlangsung hingga 200 hari atau lebih dari setengah tahun. Badai yang tercatat merupakan yang terbesar selama dua dekade tersebut direkam dengan baik oleh wahana ruang angkasa Cassini dari proses pembentukan, evolusi, hingga lenyap.
Hasil pantauan menunjukkan, badai monster itu muncul pada 5 Desember 2010 di titik 35 derajat lintang utara Saturnus. Badai kemudian membesar bergerak mengelilingi Saturnus pertama kali pada Januari 2011, melebar hingga 15.000 kilometer dari utara ke selatan sebelum akhirnya mengecil dan hilang pada Juni 2011 lalu.
Berdasarkan catatan NASA, badai tersebut tercatat sebagai yang terlama, mengalahkan badai tahun 1903 yang bertahan selama lima bulan. Cakupan wilayah yang terkena dampak badai mencapai 5 miliar kilometer persegi atau 10 kali lipat luas permukaan Bumi.
Kecepatan gerak badai mencapai 1.756 km/jam. Ini jauh lebih cepat dari badai tercepat di Bumi yang hanya 66 km/jam. Badai yang bergerak sangat cepat tersebut tampak sebagai mozaik berwarna yang menghiasi bagian atas khatulistiwa Saturnus.
Dalam astronomi, badai besar itu dikenal sebagai Bintik Putih Saturnus. Fenomena ini cenderung muncul setiap 2-3 dekade. Fenomena ini pernah terdeteksi juga tahun 1990 oleh teleskop antariksa Hubble, tetapi hanya bertahan 55 hari.
Andrew Ingersoll, anggota tim pencitraan Cassini di Caltech, Pasadena, menuturkan, "Badai Saturnus lebih mirip seperti gunung api daripada fenomena cuaca di daratan. Tekanan terbentuk selama sekian tahun sebelum badai bererupsi. Misterinya adalah, tak ada batuan yang menahan tekanan untuk menunda erupsi selama sekian tahun."
Anggota tim pencitraan Cassini lain, Kunio Sayanagi dari UCLA seperti dikutip Space.com, Jumat (18/11/2011), menuturkan, "Fakta bahwa fenomena itu berlangsung dalam periode tertentu dan selalu terjadi tiap 20 atau 30 tahun mengatakan sesuatu tentang bagian dalam planet itu, tapi kita belum mengetahuinya."
Cassini mengorbit Saturnus sejak 2004, meneliti cincin dan bulan-bulan planet tersebut. Wahana antariksa itu akan terus mengorbit hingga 2017 sehingga diperkirakan masih ada banyak lagi kejutan dari jepretannya.
Hasil jepretan Cassini untuk badai yang terjadi Desember 2010 hingga Juni 2011 bisa dilihat di gambar di atas. Gambar pada Agustus 2011 memperlihatkan, meski badai sudah berakhir Juni, dampaknya berupa awan putih masih bisa dilihat hingga sesudahnya.

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan



Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.
Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress, Kamis (24/11/2011).
"Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus 'terlarut' dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi," tambah Chen.
Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.

Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.
Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.
Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.
Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.

Siklon Heidi Pengaruhi Gelombang Laut Indonesia

Siklon Heidi yang menerjang perairan Australia bagian barat memengaruhi tinggi gelombang perairan wilayah Indonesia selatan.
Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto mengatakan, kendati siklon tersebut telah memasuki wilayah daratan Australia, tetapi gelombang laut di Indonesia masih tinggi. Di wilayah Jawa bagian selatan, kata Kukuh, gelombang tinggi masih akan terjadi hingga pada 7 hari mendatang.
"Di perairan selatan Indonesia gelombang masih tinggi, bisa 3-4 meter karena dipengaruhi sisa siklon Heidi. Meskipun hal itu sudah habis atau masuk daratan tapi masih berdampak," ujar Kukuh di Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Gelombang tinggi diperkirakan juga terjadi di Laut Cina Selatan hingga Selat Karimata dengan ketinggian gelombang 2-4 meter. Adapun di Laut Jawa utara hingga perairan Sulawesi barat daya hanya setinggi 1,5 hingga 2 meter.
"Tentu untuk nelayan dengan perahu kecil, gelombang di atas 2 meter amat berisiko. Namun, jika kapal besar, saya rasa tergantung keputusan PT ASDP untuk berani mengoperasikan kapal atau tidak," kata Kukuh.

Kukuh menambahkan, ketinggian gelombang di Selat Sunda bagian selatan berpotensi hingga 2 meter. Adapun tinggi gelombang di Pelabuhan Merak kemungkinan lebih kecil. "Berdasarkan pencitraan satelit, gelombang di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni diperkirakan setinggi 0,5-1,5 meter," kata Kukuh. Pada beberapa hari terakhir, tinggi gelombang di jalur pelayaran itu mencapai 1,8 meter dengan kecepatan angin rata-rata 24 kilometer per jam.
Mengenai kondisi angin, Kukuh menyebutkan, kecil kemungkinan adanya angin ekstrem di Jakarta, dengan kriteria angin ekstrem di atas 25 knot yang setara dengan sekitar 46 kilometer per jam. Potensi angin kencang ada di wilayah Denpasar, Nusa Tenggara Timur bagian barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara bagian utara dengan kemungkinan disertai hujan deras.
Siklon Tropis Heidi menerjang Australia bagian barat dan memutus aliran listrik pada setidaknya 3.500 tempat tinggal. Kecepatan angin rata-rata siklon tersebut di mencapai 150 kilometer per jam Port Hedland.



Rabu, 11 Januari 2012

Lirik Lagu






Lirik Lagu Judika Aku Yang Tersakiti Lyrics
pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia

tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia

Selasa, 10 Januari 2012

Hal Hal Penting Yang Belum Diketahui

1. Nomor Darurat utk telepon genggam adlh 112. 
Jika anda sedang di daerah yg tdk menerima sinyal HP & perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari otomatis network apapun yg ada utk menyambungkan nomor darurat bagi anda. 
Dan yg menarik, nomor 112 dpt ditekan biarpun keypad dlm kondisi di lock. 

2. Kunci mobil anda ketinggalan di dlm mobil? Anda memakai kunci remote?
Kalau kunci anda ketinggalan dlm mobil & remote cadangannya ada di rumah, anda sgera telpon orang rmh dgn HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil & minta org rumah utk menekan tombol pembuka pd remote cadangan yg ada dirumah.
Pd waktu menekan tombol pembuka remote, minta org rmh mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.

3. Battery cadangan darurat khusus NOKIA
Kalau baterai anda sdh sgt minim pdhal anda sedang menunggu telpon penting ato sedang butuh menelfon dlm kondisi darurat, tp karna telfon anda NOKIA... silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart & baterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4. Tips untuk menge-Check keabsahan mobil/motor anda. (Jakarta area only)
Ketik : contoh metro B86301O (no plat mobil anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini jg berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yg hendak anda akan beli.

5. Jika anda sedang terancam jiwanya krna dirampok/ditodong seseorang utk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 dgn memberikan nomor pin scara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb.